"Mami, maafkan, Mey. Karena sudah mengecewakan Mami dan juga keluarga kita," pinta Meylin yang kini sudah menitikkan air mata. Hendrik yang melihat hal itu pun merasa Tidak tega. Karena hubungan mereka membuat wanita itu mendapatkan kesulitan dari keluarganya. Kini dengan perlahan-lahan Liana berjalan mendekat ke arah putri sulungnya tersebut. Liana hanya ingin meminta penjelasan, bukan menginterogasi Meylin seperti seorang hakim yang sedang mengadilinya. "Kamu tahu kan, Nak. Jika sekarang kamu sudah memiliki suami. Kenapa kamu harus menjalin hubungan dengan pria lain? Bagaimana jika suami kamu tahu akan hal ini, Mey?" tanya Liana berusaha berbicara selembut mungkin kepada putrinya tersebut. Dengan berurai air mata Meylin menceritakan semua masalah yang menimpanya selama ini. "Sebenarn

