"Bah, Mas Athala pingin ikut belajar mengaji kalo diijinkan?" Cinta berkata pada Kyai Ahmad, saat semuanya tengah menikmati santap makan malam. Mereka bisa leluasa menyantap makanan sambil mengobrol, setelah selesai melaksanakan salat Isya tadi. "Kenapa tidak diijinkan. Niat yang sangat bagus, tinggal dijalankan." Kyai Ahmad menimpali. Hidangan yang Bu Yanti siapkan, khusus dibuat untuk menjamu Cinta dan Athala, terlihat lezat. Mereka tanpa sadar, menghabiskan makanan itu, sembari mengobrol dan becanda. "Mungkin aku cuma bisa ikut kajian dulu, setiap akhir pekan, Bah." Athala memberitahu. "Ya, kamu atur waktunya saja. Gerbang pesantren ini selalu terbuka bagi siapa saja yang mau menimba ilmu agama." "Terima kasih, Bah, sudah mengijinkan saya mencari ilmu di sini." "Tidak perlu berte