Adira dan Axel berjalan beriringan menuju kelas. Perut Adira sudah terlihat semakin buncit. Ia bersyukur terbiasa membeli gamis dengan ukuran lebih besar jadi meski perutnya sudah terlihat besar, gamis-gamis itu masih muat di badannya. Ketika sudah tiba di kelas, suasana kelas sudah cukup ramai karena sudah banyak yang datang. “Mah, Pah, udah ngerjain tugas yang kemarin belum?” tanya Luna menatap sepasang suami istri itu bergantian. “Udah. Mamah udah ngerjain malam, aku baru ngerjain pagi buta sebelum Subuh, baru sempat.” Axel mengeluarkan lembaran kertas dari dalam tasnya. “Keren kalian, meski aktivitas banyak soal tugas tetap bisa on time.” Luna berdecak kagum. “Gue eh aku nyontek, ya.” Devano mendekat ke arah keduanya. “Ini nih tipikal mahasiswa ogah mikir dan jadi parasit di mana

