Reino tidak lagi menahan diri di kala mendengar suara desahan Senarita yang mengalun begitu indahnya, sampai-sampai membuat dirinya terhanyut dengan suara itu. Tanpa ijin terlebih dulu, Reino menelusupkan tangannya ke dalam balik baju yang di kenanakan oleh Senarita dan meremas apa yang ada di dalam. Lalu menyatukan kembali bibirnya pada bibir Senarita. Lebih bersemangat lagi, dan lebih menggebu. Sedangkan tangannya tidak henti memberi pijatan demi pijatan, juga tidak jarang mencubit dengan begitu gemas puncak yang mencuat. Tidak puas hanya merasai dengan tangannya saja, Reino dengan cepat melepas pagutan mereka dan langsung menarik baju yang tengah Senarita kenakan ke atas. Hingga kini terpampang lah dua benda yang sedari ada di benak Reino. Membayangkan betapa kencang dan padatnya be