Setelah melakukan hal yang mantap-mantap, kedua manusia yang tadinya saling bergulat di atas kasur tersebut kini tampak terlihat santai dari sebelumnya. Meskipun di tempat yang masih sama dan dalam keadaan sama. Sama-sama polos tanpa memakai baju dan hanya selimut yang menutupi tubuh mereka. “Udah dong, Sayang. Jangan ngambek seperti itu. Besok-besok aku bakalan lembut dan hanya satu kali deh.” Bujuk Reino sembari menngecupi bahu Senarita yang terbuka. “Sana-an! Jangan sentuh aku!” ketus Senarita sembari menggerakkan bahunya agar Reino tidak lama-lama di sana. Seperti biasa, semua itu akan sia-sia saja. Karena Reino tetap melakukan apapun yang dia mau. “Enggak. Ini sangat nyaman sekali, Sayang.” Ungkapnya begitu jujur. Berada di dekat Senarita membuatnya merasa sangat nyaman dan ig