Saat Rae hendak memasuki kamarnya sendiri, satu tangan kekar menepuk bahunya, Rae membalikan badannya melihat siapa yang menepuk pundaknya, ternyata sahabatnya sendiri, Tama. "Dira sudah tidur?" Tanya Tama. "Sudah, kenapa?" jawab Rae singkat. "Gue mau ngomong empat mata sama loe," lalu Tama mengajak Rae keluar balkon disebelah kamar Dira dan mereka berbincang disana. "Jujur sama gue, bro. Perasaan loe sama Dira bagaimana?" Tanya Tama to the point dengan tangan bersedekap didadanya. "Jawab jujur nih, ada rasa suka, tertarik, sedikit sayang, kalau cinta belum." jawab Rae tegas. "Ok kalau gitu gue percaya sama loe," Tama mulai menjelaskan maksudnya, "Jadi begini, loe tau kan Dira sudah bertunangan?" lanjut Tama bertanya dan Rae hanya mengangguk menjawab. "Tunangannya Dira namanya-" ka