“Mommy!” Seru Evelyn saat ia, Will, dan Aldrich tiba di mansion. “EV!” Seru Macy sembari memeluk Evelyn yang berlari padanya. Ia memeluk sang putri erat seakan takut kehilangan lagi, begitu pula sebaliknya. “Ev rindu Mommy” Gumam Evelyn. “Mommy juga sayang” Ucap Macy. Macy lalu melepas pelukannya kemudian meneliti wajah sang putri yang penuh dengan plester. Benda yang bahkan ia hindari dan tidak pernah ia biarkan berada pada tubuh Evelyn sejak kecil. Air mata Macy lalu jatuh perlahan. “Kamu terluka sayang” Gumam Macy. “Tidak apa-apa, Mom. Ini tidak sakit sama sekali” Ucap Evelyn sembari tersenyum untuk menenangkan sang Ibu. Ia tahu, Macy memang orang yang mudah menangis. Jadi ia harus menahan dirinya untuk tidak menangis agar sang ibu tidak bertambah sedih walau ia harus menahan air

