“Ugh...” Evelyn melenguh saat merasakan sakit di bagian kepalanya sembari membuka matanya Dan saat itu dunia seakan berputar-putar. Ia pusing. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali untuk membuat kesadarannya normal. Dan beberapa saat kemudian, ia akhirnya bisa melihat dengan jelas meski kepalanya masih terasa sedikit sakit. Saat ia ingin duduk, ia menyadari kalau seluruh tubuhnya terikat oleh tali yang mengunci pergerakannya. Dengan susah payah akhirnya ia berhasil mendudukkan dirinya. Mata gadis itu menyusuri setiap sudut ruangan di mana ia berada saat ini. Gelap. Meski begitu ia masih dapat melihat berkat cahaya dari beberapa lubang kecil dari dinding kayu di hadapannya. “Aw!” Rintih Evelyn saat tubuhnya tiba-tiba terpental ke samping dan bergoyang. “Di mana ini?” Gumamnya.

