"Kau yakin, tidak ingin satu kamar denganku?" Sjhon bertanya sekali lagi. Dia pun tak gentar, masih berdiri di depan pintu kamar tamu yang akan di tempati Alice malam ini. Ada Alice berdiri di tengah-tengah pintu dengan kedua tangan terlipat di depan dan senyum mengembang, melihat tingkah Sjhon yang sejak tadi membujuknya untuk satu kamar dengannya. Oke, mungkin Sjhon tidak akan macam-macam, Alice yang akan punya pikiran negatif. Pikirannya akan melanglang buana. Dua orang lawan jenis dalam satu kamar, mustahil jika tidak timbul perasaan-perasaan ingin. "Sangat yakin Sjhon," balas Alice penuh keteguhan. Setidaknya, Alice berjaga-jaga untuk keselamatan hubungannya. Memalukan jika mereka masuk ke lubang hitam dan Alice akan berakhir seperti Bella. Bahu Sjhon turun. "Mengapa begitu? A

