EPISODE || Teman Daring

1738 Kata

Matahari naik ke kaki langit. Terang dan hangat wajah Alice diterpa cahayanya. Siang ini cukup terang, matahari menyinari bumi dengan sempurna. Langit biru dan gumpalan awan putih menambah kecerahan pagi ini. Sayang sekali, itu tidak berlaku bagi dua perempuan yang sedang kehilangan harapan hidup. Mereka tetap merasa suram karena tambatan hati tak ada yang memberi kabar walau hanya sebuah pesan. Ditambah kebimbangan yang digandrungi gengsi itu, semakin merunyamkan keadaan. Oke, itu istilah yang terlalu berlebihan. Kecuali, lihatlah mereka, yang satu sedang melamun di balkon apartemen. Sejak tadi tak ada pergerakan signifikan selain kedipan matanya. Yang satunya? Tidak jauh berbeda. Berbaring di sofa panjang, menatap televisi dengan malas-malasan. Itu seperti, televisi yang menontonny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN