Delapan Puluh Lima

1483 Kata

Madisson menyesap teh herbalnya di apartmen yang selama sebulan lebih ini ditempati, kemarin-kemarin dia sungguh sangat prihatin dengan kondisi cucu-cucunya. Namun hari ini semuanya terasa lebih baik. Dia melanjutkan lagi pengobatan untuk kondisinya. Lula menghampirinya yang duduk di tepi jendela, memandang pemandangan di sekitar apartmen tinggi tersebut. Lula menuang teh herbal dari teko menuju cangkirnya. Dia menghirup aromanya sebelum meneguknya. Madisson terus memperhatikan istrinya. “Jadi kamu sudah tahu kan sejahat apa keluargamu?” tanya Madisson sarkas. “Sejak dulu kami memang terlahir menjadi orang jahat.” Jawaban Lula membuat Madisson menggeleng. “Semua bayi yang terlahir itu bersih, proses pendewasaan yang membuatnya menjadi kotor. Lalu bagaimana keponakan kamu? Mau diteb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN