Delapan Puluh Tujuh

1606 Kata

87 bintang “Kal?” panggil Ashana, wajah Kalingga memerah, napasnya terdengar pendek-pendek karena terbakar oleh api emosinya. “Dia ibukku Ashana!” ujar Kalingga menegaskan kata-katanya. “Tapi aku enggak bermaksud-“ “Apa? Enggak bermaksud apa? Dulu kamu enggak pernah menghargai aku sebagai suami kamu, meskipun setahun belakangan kamu berubah. Tapi aku sekarang sadar bahwa kamu enggak benar-benar berubah! Kamu enggak pernah bisa memperlakukan orang lain tanpa melihat hartanya.” “Kalingga!” sentak Ashana. “Ya? Ini Kalingga! Suami kamu dan dia Intan, ibukku yang artinya ibu mertua kamu! Bukan pembantu kamu Ashana, kamu benar-benar sudah keterlaluan membentak ibuku!” geram Kalingga. Dia mengacak rambutnya dengan gusar seraya membalik tubuhnya, tak mau menatap istrinya sama sekali. Selur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN