BAB 41

1382 Kata

"Aku sama Luca nggak ada apa-apa dan saat aku ngomong semua ini ke kamu, sedikit pun nggak ada tentang dia. Kenapa jadi ke sana?" Marchell berusaha menekan rasa kesalnya. "Aku lihat kalian deket. Kamu pasti tahu, dia suka kamu kan?" "Dia memang perhatian sama aku." Marchell memilih menjawab jujur. "Sangat perhatian." Senyuman simpulnya membuat wajah Allana kaku. "Baguslah! Kalian serasi! Sama-sama seniman, sama-sama pelukis, sama-sama perokok, juga sama-sama berjiwa bebas! Aku rasa dia bisa lebih jauh ngertiin kamu daripada aku!" Allana melempar pandangannya pada hutan belantara yang menjadi saksi bisu perdebatan mereka malam itu. Marchell menangkap nada jengkel dari ucapan Allana barusan. la tahu, berkata jujur mengenai Luca akan melahirkan konflik batin di hati Allana. Namun ia hanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN