BAB 44

1177 Kata

"Maaf Pa, Allana hamil." Allana melirik Marchell yang berucap dengan kepala tertunduk. Takut menatap wajah ayahnya. "Apa? Apa kamu bilang?" Ayahnya yang duduk di hadapan mereka berdua, menatap tak percaya. Marchell tampak menghela napas panjang sebelum kembali mengulangi pengakuannya. Kali ini dengan nada bergetar. "Maaf Pa. Saya harus nikahin Allana lagi, karena Allana hamil," jawab Marchell tanpa berani mengangkat wajahnya. Allana melihat ekspresi terbengong-bengong kedua orang tuanya. "Hamil anak kamu?" Ayahnya kembali bertanya. "Ya iya Pa! Anak siapa lagi?" Allana menatap protes. Ayahnya terlihat kehabisan kata-kata. Wajah pria itu terlihat jengkel dengan bibir terbuka. Namun, tidak ada sepatah kata pun yang terucap. Sebenarnya mereka tidak bermaksud jujur. Mereka hanya mengaku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN