BAB 29

1341 Kata

Sudah lewat tengah malam, dan Allana belum tidur. Ia bagai mengulang masa lalu, saat betah mengobrol via chat dengan Marchell, padahal rumah mereka saling berhadapan. Ponselnya bergetar dan Allana melihat pesan masuk dari Marchell. 'Pager jangan dikunci. Tar malem aku ke sana ๐Ÿ˜Ž' Allana tak dapat menahan senyuman geli di wajahnya. 'Besok aja. Tadi Kak Ronald udah curiga tuh.โ€˜ Ia segera membalas. โ€™Sekarang aja. Besok lagi.' 'Maruk deh.' 'Enakan masuk.' 'Masuk ke mana?โ€˜ โ€˜Masa udah lupa? Mau kirim link video tutorial? ๐Ÿ˜Š' 'Ogah. Koleksi ๏ฌlm kamu isinya b**m semua.โ€˜ โ€™Mau ditinggal malah be-has b**m ๐Ÿ˜Š Aku jangan dipukul pake penebah nyamuk Ihoo.' 'Palingan lubang hidung kamu itu aku gelitikin pake kemoceng ๐Ÿ˜' 'Jahad ... โ˜น. Ini mama malah masak โ˜น duh kenapa sih harus dateng di saat-saa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN