Sudah lewat tengah malam, dan Allana belum tidur. Ia bagai mengulang masa lalu, saat betah mengobrol via chat dengan Marchell, padahal rumah mereka saling berhadapan. Ponselnya bergetar dan Allana melihat pesan masuk dari Marchell. 'Pager jangan dikunci. Tar malem aku ke sana ๐' Allana tak dapat menahan senyuman geli di wajahnya. 'Besok aja. Tadi Kak Ronald udah curiga tuh.โ Ia segera membalas. โSekarang aja. Besok lagi.' 'Maruk deh.' 'Enakan masuk.' 'Masuk ke mana?โ โMasa udah lupa? Mau kirim link video tutorial? ๐' 'Ogah. Koleksi ๏ฌlm kamu isinya b**m semua.โ โMau ditinggal malah be-has b**m ๐ Aku jangan dipukul pake penebah nyamuk Ihoo.' 'Palingan lubang hidung kamu itu aku gelitikin pake kemoceng ๐' 'Jahad ... โน. Ini mama malah masak โน duh kenapa sih harus dateng di saat-saa

