Allana dapat merasakan Marchell yang berjalan mendekat dan berhenti di sampingnya. "ltu lukisan temen aku," ucap Marchell pelan. "Luca?" tanya Allana kemudian menelan ludah. la belum rela mengalihkan tatapan matanya dari Marchell yang dibingkai begitu manis di dalam kanvas. Meski Marchell di dalam kanvas terlihat mengenakan celana panjang, tetap saja hatinya bergemuruh. Allana menangkap gambar potongan ujung tirai putih tertiup angin di belakang punggung Marchell dan mengingat keadaan di pendopo yang tidak terdapat tirai sama sekali. Begitu juga dalam tiap ruang di dalam galeri ini. Marchell terdengar menghembuskan napas berat sebelum menjawab, "Iya." Allana menoleh dan memandangi Marchell yang menatap lurus ke depan. Lelaki itu sedang melihat dirinya sendiri dalam lukisan. "Chel ...

