Pagi itu perasaan Allana tidak enak. Pasca pertengkaran semalam, tidurnya tidak nyenyak. Ia mengintip sejenak rumah Marchell dari balik jendela rumahnya. Seharusnya pagi ini ia mengantar Michy ke rumah Marchell dan segera bersiap-siap berangkat ke kantor. Namun entah mengapa, ia ingin melihat dulu keadaan Marchell sehingga menunda membangunkan Michy. Apa Marchell sudah makan? Pertanyaan itu tiba-tiba muncul di kepalanya. la tahu betul sifat Marchell yang cenderung tidak mau makan saat sedang merajuk seperti semalam. Allana mengenakan jaket dan segera menuju rumah Marchell. Dengan pelan ia mengetuk pintu. Mengabaikan udara dingin, Allana dengan sabar menunggu Marchell membukakan pintu. Namun sudah beberapa saat ia menunggu hingga mengulangi mengetuk pintu, Marchell tidak juga membukakan p

