“Lalu, siapa sebenarnya pengkhianat itu? Apa Queen?” Setelah sampai di rumah, Richard masuk ke dalam kamarnya. Dia melihat sang istri hanya diam dengan mata bengkaknya. Padahal, dalam pikiran Richard, mungkin, Sarah akan bunuh diri atau melakukan drama lainnya, ternyata tidak. “Richard, kenapa kamu mengurungku? Aku kerja juga demi bisa memenuhi kebutuhanku. Aku tidak mungkin meminta itu pada kamu dengan kondisi perusahaanmu yang seperti itu. Oke, aku tahu, aku salah karena bekerja tanpa meminta izin darimu. Maafkan aku.” Sarah memilih bicara baik-baik dengan Richard daripada bertengkar. Richard menghela nafas panjang. Dia sudah pusing memikirkan masalah perusahaan ditambah dengan masalah Sarah, membuat dia semakin bertambah emosi. Namun, sebisa mungkin, dia meredam emosinya karena dia

