BAB 29

1568 Kata

“Halah, kayak kamu nggak aja. Awas kalau sampai ikutan pasang story,” cibir Tamara. Menggandeng Adelio di tangan kanan dan Adelia di tangan kiri, Althea menatap heran teman-temanya. “Kalian ini malu-maluin, kayak belum pernah makan di restoran mewah. Bukannya kita sering makan bareng setiap ada undangan kolega?” “Memang, tapi jarang kan yang mewah begini. Ih, nyesel aku cuma kita masih pakai baju formal, kelihatan sekali kalau habis kerja,” desah Tamara. Evander yang berjalan paling depan tidak dapat menyembunyikan senyuman. Senang rasanya mendengar percakapan antara Althea dan teman-temannya. Gaya bicara mereka yang blak-blakan, sungguh menghiburnya. Padahal mereka ini para Dokter Spesialis yang sangat dekat dengan pasien-pasiennya. “Kita akan ada tambahan orang satu lagi. Mungkin sek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN