BAB 47

1433 Kata

Ia sedang menyalakan mesin pembuat kopi saat Martha masuk. “Martha, mau kopi?” Martha mengenyakkan diri di sofa dan menganggguk. “Boleh.” “Pakai gula atau krim?” “Nggak, tambahi air saja sedikit biar nggak terlalu pahit.” Evander membawa dua cangkir kopi ke meja dan duduk menyilangkan kaki. “Ada apa? Tumben mampir.” Martha tersenyum. “Sebenarnya mau mampir ke rumahmu tapi kelewat jauh. Padahal aku kangen sama anak-anak.” “Kamu bisa ketemu mereka kapan saja.” “Apa Viero masih di rumahmu?” Evander mengangguk. “Masih, tapi datang dan pergi. Nggak ada yang tahu apa yang dilakukannya.” Martha menahan diri untuk tidak mengeluarkan cemooh. Segala sesuatu yang menyangkut Vicro, entah kenapa membuatnya kesal. Laki-laki itu terlalu membanggakan penampilannya, dan entah kenapa Martha tidak p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN