“Oh.” Dewi terlihat malu, dan akhirnya menunduk. Meski begitu ia menolak untuk mengaku kalah. Tetap menggerutu tentang anak yang tidak dididik orang tua dengan baik. Gumaman perempuan itu membuat Althea marah. Ia kembali menunduk ke arah Adelia dan bertanya lembut. “Lia, kenapa berantem sama mereka?” Adelia menunduk, menggigit bibir. “Jangan takut, Lia. Mama nggak akan marah kalau Lia benar.” “Itu, Ma. Lia lagi makan sendiri di taman samping. Lalu mereka datang. Ngata-ngatain Lia. Trus, Aruna menampar bekal Lia dan nasi goreng buatan Mama jatuh.” Ruangan hening, Althea menghela napas, merengkuh Adelia dalam pelukan. Merasa sakit hati karena anaknya mudah terbuli. Ia tidak terima kalau Adelia terus menerus diganggu oleh anak-a nak itu. “Benar begitu, Aruna?” Kali ini Althea menatap ta

