BAB 45

1433 Kata

“Tante ingin menekannya?” “Membuka matanya, itu ungkapan lebih tepat. Biar dia tahu, kalau tempatnya tidak cocok di samping Evander. Aku bukan meremehkan pekerjaannya yang hanya tukang klinik kecil. Tapi, pergaulannya di klub malam dan kebiasaannya yang suka merokok, itu yang aku tentang.” Semangat kembali timbul di hati Martha. Bayangan tentang Althea dan bagaimana reaksi perempuan itu saat berada di tengah pesta orang-orang mapan, pasti akan membuatnya canggung. Martha tidak mau gembira di atas penderitaan orang lain. Namun, ia juga tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Kapan Iagi mernbuat Althea kikuk karena merasa minder? “Apa Evander setuju untuk membawanya?” Puspa mcngangguk. “Pasti setuju kalau aku yang mcminta.” Menghela napas panjang, Martha meraih tangan Puspa dan merem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN