Musik lembut terus mengalun, berpadu dengan suara obrolan dan tawa para tamu. Denting peralatan makan terdengar jelas, menambah riuh suasana pesta yang digelar dengan mewah. Di meja dekat tembok, Rania duduk dengan tatapan kosong. Hatinya merintih melihat pesta besar yang selama ini ia impikan justru menjadi milik orang lain. Ia berharap Calista yang berada di posisi itu, bukan Althea. Calista sendiri tampak muram. Wajahnya tanpa senyum, matanya sesekali menatap ke arah Althea dan Evander. Perasaan iri menguasai dirinya. Ia merasa Althea terlalu beruntung bisa bersanding dengan Evander. Dalam pikirannya, semua yang terjadi pada Althea seperti keberuntungan mendadak, sesuatu yang seharusnya bisa ia dapatkan. Di sisi lain, Clay tidak mampu bertahan lebih lama. Ia merasa pesta itu bukan tem

