BAB 43

1731 Kata

Pintu menjeplak terbuka, Adelio herlari masuk. Althea mendorong Evander hingga terjatuh ke ranjang, mengusap bibir dengan punggung tangan dan menyambut Adelio. “Ada apa, Sayang?” “Lio mau bobo sama Mama.” “Lio mau bobo di sini?” Adelio mengangguk. “Iya, Mama. Baca dongeng.” Ia membawa dua buku dongeng di lengannya yang gemuk dan menyorongkannya pada Althea. “Boleh, Mama pakai skincare dulu baru kita bobo. Lio tunggu di ranjang, ya?” Mengikuti perintah Althea, Adelio merangkak ke ranjang dan duduk di samping sang Papa yang terdiam. “Papa mau bobo di sini?” tanyanya. Bola matanya yang besar, bersinar penuh harap. Evander menghela napas panjang, berjuang meredakan hasrat. Ia menatap anaknya yang menggemaskan. Meraup Adelio dalam pelukan lalu mengecup pipinya yang montok bertubi-tubi.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN