BAB 51

1609 Kata

“Ayo, masuk. Jangan lama-lama berdiri di luar.” Mereka dibawa ke sebuah ruang keluarga yang luas, di mana ada banyak foto terpasang di dinding. Sebuah sofa kayu besar mendominasi ruangan dengan alas kasur kecil di atasnya. Lantai berwarna putih kekuningan, sangat kontras dengan semua perabot dari kayu. Memberi kesan teduh dan menyenangkan. “Kalian sudah sarapan di jalan?” Suciati mengeluarkan berbagai buah-buahan dan menghidangkan ke meja. “Sudah, Ma,” jawab Evander. “Mama, rambutnya udah putih lagi.” Suciati mengusap rambutnya. “Hooh, nanti saja dicat biar nutupin uban.” Suara Adelia dan Adelio terdengar nyaring, mereka sedang bermain dengan sang kakek di teras samping. Sepertinya ada kolam ikan yang membuat kedua anak itu gembira. Suciati menatap Althea yang menunduk dan duduk sofa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN