Bobby baru saja menutup pintu apartemennya saat dari ujung lorong terdengar teguran halus. Ia menoleh, menatap seorang perempuan berparas cantik dengan tubuh langsing dan kulit putih. Perempuan itu memakai gaun tidur dengan Iuaran berbentukjubah berbahan licin. Jubah itu melorot dan menampakkan bahunya yang putih dengan d**a yang menyembul keluar. “Bobby, mau berangkat kerja?” Perempuan itu mendekat dengan langkah gemulai. Bobby mengangguk sekilas, mengalihkan pandangan dari pemandangan di depan matanya. “Iya, Kak.” “Haih, kok manggilnya masih kak. Panggil nama saja, Rere.” Rere mengamati Bobby dari atas ke bawah. Hatinya bergetar oleh cinta karena pemuda berkacamata di depannya memang sangat memikat. Setahun menjadi tetangga, ia banyak melontarkan kode-kode cinta tapi tidak ada tangg

