Happy Reading "Aku kenapa sih? Jantungku nggak berhenti berdebar kalau liat dokter Juna," gumam Silvia sambil menghela napas panjang. Rasanya seperti ada kupu-kupu yang beterbangan di dalam perutnya setiap kali tatapannya bertemu dengan dokter yang tampan itu. Padahal dia sudah berusaha keras untuk mengendalikan perasaannya, bahkan mencoba untuk tidak menatap Juna secara langsung. Tetapi sepertinya, semua usaha itu sia-sia. Hatinya tetap berdebar kencang, seperti genderang yang ditabuh bertalu-talu. Dia telah jatuh cinta pada Juna, dokter yang ramah, cerdas, dan memiliki senyum yang menawan. Silvia menggigit bibir bawahnya, gelisah. Perasaannya ini seperti sebuah rahasia yang tersimpan rapat, dan ia takut jika rahasianya terbongkar, terutama kepada Juna sendiri. Di tengah gejolak p