CINTA YANG BERSEMI

899 Kata

BAB 13 Kembali ke Jakarta TOK! TOK! TOK! Ketukan pelan tapi tegas terdengar di pintu ruang kerja. Kakek yang tengah duduk di kursi kayu jati tua dengan setumpuk buku di mejanya, mengangkat kepala. Napasnya terdengar berat, seolah setiap tarikan udara kini terasa lebih berharga. "Masuk." Suaranya rendah, bergetar samar. Seorang pria paruh baya melangkah masuk, menundukkan kepala penuh hormat. Wajahnya kaku, matanya penuh kewaspadaan. "Apakah sudah kau bereskan, Anwar? Seperti yang aku minta kemarin." "Iya, Tuan. Semua sudah sesuai perintah anda." Kakek terdiam sejenak. Pandangannya menerawang ke arah jendela, menatap hujan yang turun rintik-rintik membasahi kaca. Wajahnya menyimpan sesal, seolah berbicara pada dirinya sendiri. "Seharusnya aku melakukan hal ini ... lima tahun yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN