Sikap Tasya perlahan mulai melunak terhadap Damar. Dia menuruti permintaan Damar untuk tidak menghindarinya lagi. Meskipun Tasya belum sepenuhnya bersikap seperti dulu lagi, tapi Damar merasa senang karena Tasya sudah mau makan bersamanya lagi di meja makan. Tasya tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan. Dia sudah memaafkan Damar dan berusaha menerima kehadirannya kembali. Meskipun luka di hati Tasya belum kering sepenuhnya, tapi dia berusaha menjalani aktivitas seperti biasa lagi. Tasya mulai kembali memasak untuk dirinya dan Damar. Dia juga tidak mengurung diri di kamar lagi. “Hari ini kamu pulang jam berapa, Sya?” tanya Damar, ingin tahu. “Entahlah. Mungkin akan pulang terlambat, Mas. Hari ini aku harus menyelesaikan laporan untuk Pak Fajar,” jawab Tasya. “Ya sudah ... nanti

