Sejak bangun tidur, Tasya merasa tidak enak badan. Perut Tasya terasa mual dan kepalanya pusing. Sarapan yang baru saja ia makan sampai harus dimuntahkan kembali. Damar yang mendengar suara muntahan Tasya bergegas menyusulnya ke kamar mandi. Dia mendekati Tasya yang berdiri di depan wastafel sambil mencondongkan tubuh ke arah wastafel untuk memuntahkan isi perutnya. Damar kemudian membantu Tasya memijit bagian belakang lehernya. Tasya membiarkan Damar membantunya. Dia merasa sangat lemas setelah berhasil memuntahkan seluruh isi perutnya. Damar yang masih berdiri di belakang Tasya menopang tubuhnya agar tidak jatuh ke lantai. “Kamu enggak apa-apa, Sya?” tanya Damar, terdengar khawatir. “Badan aku lemas, Mas,” ucap Tasya dengan suara pelan. “Aku gendong kamu ke kamar, ya,” kata Dam

