Zahra menjalani pemeriksaan secara menyeluruh malam itu juga. Setelah selesai ia dikejutkan oleh keberadaan seseorang yang paling tidak ia harapkan--berada di dalam ruang rawatnya. “Nah, itu mbak Zahra.” Tara tersenyum. Gadis itu berdiri dari sofa kemudian berjalan menghampiri Zahra yang sedang didorong masuk ke dalam ruangannya. Tara berjalan di samping kursi roda yang Zahra duduki—mengikuti sampai ke ranjang. Dibantu seorang pesawat, Zahra berdiri lalu berpindah ke atas ranjang. Zahra tidak berbaring. Wanita itu memilih duduk menyandar. Bola matanya bergulir ke arah sosok pria yang berdiri di sebelah Tara. Membiarkan perawat yang mengantarnya memasang kantong infus ke penyangga kemudian mengatur tetesan cairan tersebut. “Terima kasih, Suster.” Tara mengucapkan terima kasih setelah san