Brugghh… Tubuh Beryl terpelanting ke sisi kanan tempat tidur. Bianca menyeringai puas. Di tangannya Isabella solah sudah tak punya stok tenaga. Dia hanya tau Beryl datang dan semua menjadi buram. "Isabella…" bersamaan dengan tubuhnya yang merosot ke lantai. Beryl bangkit dan memperdulikan pria berbadan besar di sampingnya. Brugghh… Brugghh... Brukkk... "Percuma lo melawan, Ber…" Danis mengatakan kalimatnya. Sungguh merelakan tubuh di dihujami pukulan bukan hal menyenangkan. Beryl merasakan nyeri di tubuhnya bersamaan dengan Danis yang terduduk lemas di lantai. "Kurang ajar…kita dibantai habis-habisan kalau begini ceritanya." Danis mengusap darah yang keluar dari hidung. "Hidung lo." kata Beryl memperhatikan Danis yang sangat nelangsa. "Lo juga nggak kalah mengenaskan, sum

