Penjara

1810 Kata

Briana memperhatikan adiknya yang keluar tanpa berpamitan. Suaranya menggelegar. Ada rasa terkejut melihat emosi Beryl begitu meletup. Sungguh apa yang terjadi dengan Beryl membuat Briana bertanya-tanya. Beryl tidak pernah bersikap sekadar itu pada orang. Dia adalah orang yang ramah dan bisa mengatur emosi dengan baik. Tapi hari ini Briana melihat sisi lain Beryl. Jelas ada yang tidak beres disini. "Kenapa adikmu?" papa Ezra muncul sesaat Beryl meninggalkan Briana dengan bejibun pertanyaan. Sementara yang dilakukan Briana hanya melongo sembari bertanya-tanya tanpa menemukan jawaban. Briana memberikan gelengan, tidak tau juga kenapa Beryl mengamuk lalu pergi setelahnya. "Briana juga nggak tau, pa. Tadi habis dapat telepon dan Beryl langsung marah-marah." ujarnya mengingat jelas bagaiman

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN