Berhari-hari Kakek Wisnu memikirkan seseorang yang entah dengan sengaja atau tidak mengintip Rana di sungai waktu itu. Semakin dipikirkan, semakin dia penasaran dengan sosok tersebut. Tidak ada bukti lain selain jejak kaki yang dia temukan di semak-semak. Dan setelahnya, dia tidak membiarkan Rana membersihkan diri lagi di sana ketika berkunjung ke kebun dengan berbagai alasan. "Kek.." Panggilan lembut itu menyentak kesadaran Kakek Wisnu dari lamunannya. Pria tua itu menoleh, mendapati sang cucu yang entah sejak kapan telah duduk di sampingnya. "Kakek lagi mikirin apa? Dari kemarin Rana lihat Kakek sering ngelamun." tanya gadis itu. Kakek Wisnu menggeleng, mengangsurkan senyum kecilnya yang menenangkan."Kakek hanya memikirkan hadiah apa yang akan Kakek berikan untuk cucu kesayangan kak

