Chapter 36 Jam sudah menunjuk di angka 7 lewat saat suara mobil Osean terdengar. “Baiklah,” Osean yang sedang menelfon seseorang turun dari mobil setelah bodyguard membukakan pintu. “Segera selesaikan. Begitu selesai pastikan tidak ada masalah lagi.” Osean menyudahi panggilannya. Ketika memasuki rumah, Osean merasa ada yang aneh. “Ada apa, Bos?” tanya Nick. “Kenapa rumah tenang sekali? Apa Sky sudah pulang?” tanya Osean pada pelayan yang membukakan pintu. “Belum, Tuan.” “Lalu kenapa rumah sepi? Savy dan Ravi di mana?” “Tadi mereka di kamar Tuan.” Osean melanjutkan langkahnya. Nick mengekori di belakang. Ruang tengah kosong. Living room juga kosong. Osean memeriksa ke kamar si kembar dan kedua bocah itu juga tak ada di sana. Osean akhirnya menuju tempat terakhir yang mungk

