Chapter 49 Sky membuka maka, terjaga dari tidur nyenyaknya. Tadi malam ia tidur sangat nyenyak. Rasanya sudah cukup lama Sky tidak tidur senyenyak itu. Begitu matanya terbuka, Sky langsung mengedarkan pandangan ke sekeliling. Kasur di sampingnya kosong. Kamar juga kosong. Lalu apakah ia hanya bermimpi bahwa Osean telah kembali tadi malam dan memeluknya? Benarkah ia hanya bermimpi? Sky menghela napas, agak kecewa. Meski masih marah pada Osean, sejujurnya Sky sedikit merindukan pria itu. Bodoh? Tidak. Ini hanya bentuk alamiah manusia. “Kau sudah bangun?” Sky terperanjat kaget. Ia memegangi dadanya dengan mata terpejam sesaat. “Astaga.” Biasanya Sky akan protes karena Osean muncul tiba-tiba. Tapi kali ini Sky sama sekali tak protes. Sebab ternyata Osean memang telah kembali dan tadi m

