Chapter 72 “Sky, kau sudah satu jam lebih di dalam kamar mandi. Buka pintunya.” Osean menghela napas. Tak ada respon dari Sky. “Sky..” Osean mengetuk lagi pintu kamar mandi. Kepala Osean terasa sangat sakit. Tapi ia tak bisa tidur karena Sky tak mau keluar dari kamar mandi. “Sky, buka pintunya. Sampai kapan kau akan mengurung diri di kamar mandi?” Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka. Osean melangkah mundur. “Osean, izinkan aku bertanya satu hal padamu. Kenapa kau tiba-tiba menjadi sangat peduli padaku?” Sky menatap suaminya itu dengan tangan berlipat di d**a. Pandangannya tertuju lurus pada Osean. Osean terlihat tenang. “Kenapa tiba-tiba ingin memiliki anak? Bukankah kau menegaskan tidak ingin anak lagi?” kembali Sky ajukan pertanyaan. “Apa pedulimu aku terluka atau tidak? To

