# Lingga menarik napas panjang sambil melangkah pergi dari kompleks pemakaman setelah menghabiskan waktu lebih dari sejam di tempat itu. Saat dia baru masuk ke dalam mobilnya, Lingga melihat mendengar ponselnya berbunyi. Dia mengeluarkan ponselnya dari dalam tas dan tersenyum tipis melihat nomor dan nama pemanggil yang tertera di layar benda pipih yang ada ditangannya itu. “Kau tidak meneleponku untuk protes masalah hadiah yang kubawakan tadi bukan? Sejujurnya itu lebih ditujukan untuk menyinggung suamimu dan bukan dirimu. Hanya saja kalau kau juga merasa tersinggung yah apa boleh buat,” ucap Lingga di telepon lebih dulu sebelum peneleponnya bahkan bersuara menyapa. “Lingga, kau di mana?” Suara Sherly, Kakak ipar Lingga terdengar panik saat itu. “Bukan urusanmu,” ucap Lingga deng