Bab 51. Prisha Dan Lingga 13

1464 Kata

# Lingga tersenyum mengejek saat tiba di rumah keluarga Suwarna dan menyaksikan pemandangan ibu tirinya yang berlutut di depan Tuan Suwarna. “Wah, apa ini? Pemandangan langka. Biasanya Papa akan segera luluh oleh air mata Tante tapi sekarang Papa bahkan tidak luluh meski Tante sudah berlutut? Bagaimana kalau Tante mencium kaki Papa ....” “Lingga! Jangan keterlaluan,” tegur Tuan Suwarna sebelum Lingga menyelesaikan kalimatnya. Lingga menarik napas panjang dan melemparkan tubuhnya ke atas sofa yang ada di ruang kerja ayahnya tersebut. “Bukannya ini makan siang bersama seluruh keluarga? Di mana yang lain? Aku datang ke ruang makan dan tidak ada satu orang pun di ruang makan. Aku lapar. Kalau aku mati kelaparan nanti, Tante dan anak-anak kesayangan Papa itu tidak akan bisa membalasku. Ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN