Keesokan harinya. Sejak kemarin Zeo sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. Kondisinya sudah cukup membaik. Dan sejak pulang dari rumah sakit Zeo tidur di kamar miliknya yang selalu ia tempati bersama Zoya. Terbesit keraguan di hati Zeo meskipun beberapa bukti telah ditunjukkan oleh Umi Arini dan Abah Edwin. Jika Zoya benar istrinya tapi kenapa ia tidak mengigat apapun? Sebisa mungkin ia mengingat namun usahanya terus gagal. “Tubuh Mas Zeo nggak sakit-sakit tidur di sofa?” tanya Zoya dengan tatapan bersalah “Nggak papa.” “Tidur di kasur ya, mas!” “—“ Zoya tidak tega dengan kondisi suaminya. Zeo baru saja pulang dari rumah sakit, bahkan kondisinya belum benar-benar stabil. Tapi di satu sisi ia tidak memiliki keberanian untuk memaksa Zeo. “Saya tidur di sini saja!”

