Beberapa tahun kemudian. “Zahira, Hasna!” panggil Zoya “Iya, Bunda!” Zahira dan Hasna berlarian menuju ke arah Zoya setelah mendengar suara Ibu’nya memanggil. Zoya berlutut sembari merentangkan kedua tangannya bersiap menyambut pelukan hangat dari kedua putrinya. Brugh “Ya Allah.. pelan-pelan, sayang!” “Yeyy.. akhirnya Bunda pulang juga. Zahira nungguin Bunda dari tadi.” “Hasna juga, Bunda.” ucapnya Zoya mengelus punggung kedua putrinya dengan lembut. Ia baru saja pulang dari menemani suaminya. Ada pekerjaan yang harus Zeo selesaikan di luar. “Ekhm. Jadi, kalian hanya menunggu kepulangan Bunda saja? Nggak nunggu Ayah?” ujar Zeo Seketika tatapan Zahira dan Hasna beralih pada sang Ayah tercinta. Tidak mungkin mereka tidak merindukan Ayahnya. Zeo adalah cinta pertama bagi Zah

