“Mashh.. udah!” Zoya mencoba menjauh namun Zeo semakin mengerakan pelukannya. “Mas masih mau, sayang!” ujar Zeo “Tapi…” “Awss..” “Jangan menggigitnya, mas! Sakit!” “Makanya diam, sayang! Mas juga butuh nutrisi seperti adik.” Zeo tidak mau kalah dengan putri kecilnya. Sebelum menjadi milik Zahira sumber Asi tersebut miliknya, bahkan hampir setiap malam ia memiliki sepenuhnya. Dan sekarang ia harus membaginya dengan buah hati mereka. Zoya membiarkan perbuatan suaminya sampai Zeo merasa puas. Keduanya saling menikmati. Sebagai istri yang baik Zoya selalu memenuhi keinginan suaminya selagi ia masih bisa. Namun tiba-tiba… “Oee.. oee..” Zahira menangis kencang membuat Zoya terkejut. Zoya mendorong tubuh suaminya sampai tubuh Zeo terdorong ke belakang. “Mas, Zahira nangis.” “Sa

