Satu bulan kemudian. “Huhh..” keringat membanjiri kening Zoya setelah membantu Ibu mertuanya memasak. “Nak, lebih baik kamu duduk aja ya! Jangan melakukan hal-hal berat!” ujar Shinta pada putrinya “Tapi Zoya mau bantu yang lain.” “Nggak perlu, sayang! Lagipula ada mbak-mbak santri yang bantu Umi dan Bunda.” “Lebih baik kamu masuk kamar, dan setelah itu istirahat!” “Huhh..” Zoya menghela nafas kasar “Yaudah, Zoya ke kamar dulu ya, Bunda!” “Iya, sayang.” Malam nanti akan ada acara tasyakuran tujuh bulanan kandungan Zoya. Di ndalem banyak sekali orang untuk membantu acara tadi malam. Zoya ingin sekali membantu yang lain namun tenaganya tidak cukup kuat. Ceklek Zoya membuka pintu kamar, dan tidak ada siapapun di dalam. “Pasti Mas Zeo lagi bantu-bantu.” gumamnya “Lebih ba

