Bab 17

809 Kata

Zeo menggesekkan hidung mancungnya di perut sang istri dan berharap buah hatinya segera tumbuh di dalam sana. “Emhh.. geli, mash!” ujar Zoya sembari menggigit bibir bawahnya. “Sstt.. jangan berisik!” ujar Zeo sembari menahan senyum Bagaimana tidak berisik jika Zeo terus menyentuh istrinya. Zoya tidak bisa diam. Setiap sentuhan yang dilakukan Zeo berhasil membuatnya mengeluarkan suara indah. Sentuhan suaminya seolah memiliki sengatan listri yang membuat tubuhnya bergetar hebat. Sentuhan Zeo berpengaruh besar pada tubuh Zoya. “Emhh..” “Uuhh,” lenguh Zoya Zeo melepas apa yang ia kenakan membuat Zoya mengalihkan pandangannya. Kedua pipi Zoya terasa panas. Jantungnya berdebar kencang membuat ia semakit kuat mencengkram sprei tempat tidurnya. “Malu sekali!” batin Zoya berucap “Kena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN