Tok.. tok.. tok.. “ZOYA!” panggil Umi Arini sedikit lebih keras dan tidak sabaran “Zoya cepat buka pintunya, nak!” “Sebentar, Umi!” Dari dalam Zoya terburu-buru membuka pintu karena panggilan Ibu mertuanya. Ia bingung sekaligus bertanya-tanya karena tidak biasanya Umi Arini terburu-buru memanggilnya, bahkan nada suaranya terdengar gelisah dan panik. Ceklek “Iya, Umi! Umi kenapa…” “Sekarang ikut Abah dan Umi ke suatu tempat!” ujar Umi Arini sembari memegang perlengan tangan menantunya. Bahkan Zoya belum selesai bicara Umi Arini langsung menariknya untuk ikut bersamanya. Tapi meskipun begitu beliau tetap berhati-hati karena Zoya sedang mengandung. Zoya terlihat kebingungan melihat Ayah dan Ibu mertuanya panik. “Abah dan Umi mau bawa Zoya kemana? Kenapa buru-buru seperti ini?”

