“Jen, bangun, Sayang.” Igor berbisik di telinga Jennifer, suaranya lembut tapi terdengar tergesa. Jennifer menggeliat pelan. “Ada apa, Igor? Jam berapa sekarang?” Ia melirik jam di nakas, masih pukul satu malam. “Ada apa?” Jennifer bertanya lagi, mengucek matanya. Bukannya menjawab, Igor justru menciumi leher Jennifer. Ia mendorong tubuh sang istri terlentang di atas kasur dan terus menciumi lehernya. “Igor, kamu kenapa?” Jennifer berusaha mendorong Igor dan mencari tahu apa yang salah. “Tubuhku panas sekali, Jen.” Igor berbisik serak, terus menciumi bahu dan d**a Jennifer. “Panas bagaimana?” Jennifer membiarkan Igor melakukan apapun yang diinginkan sambil terus berpikir. “Panas. Jantungku juga berdebar cepat sekali.” “Sakit jantungmu kambuh?” Jennifer mendorong d**a Igor dan melih