Dua minggu kemudian. “Ibu masih bisa memimpin klan selama beberapa tahun, kamu nikmati dulu kehidupan rumah tanggamu, Nak. Apalagi kamu sedang hamil. Jangan khawatirkan Ibu.” Aiko membelai rambut putrinya lembut saat Jennifer berpamitan hendak kembali ke Moskow. “Tolong jaga diri, Bu. Aku akan sering-sering pulang ke sini.” Aiko mengangguk, tersenyum, memeluk putrinya erat. “Iya. Ibu juga mau kamu melahirkan di sini. Boleh, kan?” “Tentu boleh, Bu.” Jennifer membalas pelukan ibunya. “Ya sudah, hati-hati di jalan. Kabari Ibu kalau sudah sampai.” Jennifer mengangguk dan melepas pelukan. Kepergian Jennifer dan Igor diantar oleh beberapa anak buah Aiko. Memastikan mereka sampai di bandara tanpa kendala berarti. Belasan jam melewati samudra dan daratan, Jennifer dan Igor akhirnya tiba di