Mobil Mercedes-Benz hitam milik Elvan sudah tiba di lobi Rumah Sakit dan dia membukakan pintu untuk Cindera layaknya princess. "Silahkan Nyonya Wiratama." "Terimakasih, Elvan jangan gitu, Aku malu." "Enggak apa-apa, lagipula memang bener kan, kamu calon nyonya Wiratama."Elvan mengangkat kedua alisnya. Hari itu rumah sakit tampak sibuk seperti biasa. Deretan pasien memenuhi ruang tunggu, suara langkah kaki para perawat bergema di sepanjang koridor, dan aroma antiseptik yang khas memenuhi udara. Di tengah kesibukan itu, dr. Cindera Araswati berjalan cepat menuju ruang pasien VIP. Wajahnya tampak tenang meski tubuhnya masih terasa lemas usai begadang semalam. Ia menatap hasil rekam medis di tangannya sambil memikirkan rencana tindakan untuk pasien yang akan dia tangani pagi itu. > “Se

