Di kantor, suasana hati Edgar benar-benar memburuk. Bahkan Edmund yang tidak ada salah apapun menjadi sasaran empuk amarah Edgar. “Kau ini bisa bekerja tidak sih? Kenapa laporannya malah seperti ini? Ini tidak lengkap, ulangi dari awal!” murka Edgar sambil melempar map yang baru saja diberikan oleh manager perusahaan. Edmund yang berada di sudut ruangan Edgar meringis mendengar semprotan kemarahan Edgar pada sang manager. Sebelum manager itu kena marah, ia sudah lebih dulu kena omelan sang Bos. Manager wanita yang bernama Angel itu terkesiap kaget mendapat murkaan Edgar. Dengan tangan bergetar, ia memugut laporan yang telah ia buat susah payah. “B-baik, Tuan. Akan saya ulangi. M-mohon maaf atas kesalahan saya.” Angel membungkukkan badannya sekilas lalu pergi keluar dari ruang kerja Ed

