Chapter 108

1355 Kata

Dua bulan sudah bisnis Hazel berjalan, semuanya sangat lancar. Peminat donat buatannya juga tak pernah sepi. Selalu ada aja orang yang datang ke tokonya. Hari ini Hazel akan mengajak Luke ikut serta dengannya menjaga toko. Dari pada anak itu selalu di rumah saja, lebih baik ia bertemu dengan banyak orang. “Mommy, Luke mau es khim,” pinta Luke sambil menunjuk kulkas. Hazel menggeleng. “Apa kamu tidak ingat? Dua hari lalu kamu nangis-nangis karena sakit gigi. Untuk seterusnya jatah es krim kamu harus dikurangi,” balas Hazel tegas. Bibir Luke mengerucut dan maju ke depan. “Kalau gitu Luke mau roti bakakh cokelat,” pintanya lagi. “Cokelat juga nggak boleh sayang," larang Hazel lagi. “Ih Mommy!” pekik anak itu kesal karena terus dilarang Mommy-nya. Padahal yang ia minta itu adalah favoritn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN